Selasa, 29 Januari 2019 - 22:50:40 WIB

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Akuntansi SMK Muhammadiyah Kutowinangun Bangun Edukasi Perpajakan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sekolah - Dibaca: 9407 kali

Kebumen - Sebagai bentuk komitmen SMK Muhammadiyah Kutowinangun membangun generasi unggul dalam mengahadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, Program Keahlian Akuntansi SMK Muhammadiyah Kutowinangun bangun edukasi perpajakan. Melalui kegiatan seminar perpajakan yang diselenggarakan pada Sabtu, (26/01), acara tersebut bekerjasama dengan KPP Pratama Kebumen.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas XI program keahlian akuntansi tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggaraka setiap tahunnya. Acara yang dibuka oleh kepala SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Rochmat Aris Susyanto, M.Pd dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Kebumen, Yarkoni, S.E. Beliau memberikan pemahaman kepada audiens terhadap kewajiban perpajakan dan fitur perpajakan.

Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan dalam era revolusi industri 4.0 yang dibutuhkan adalah kompetensi dalam merespon perkembangan teknologi. “dengan tren digital saat ini, maka siapa pun yang mampu merespon dengan cepat perkembangan teknologi dapat dipastikan bakal unggul dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.

Dengan tren digitalisasi update teknologi pun terus dikembangkan oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP), melalui berbagai program aplikasi perpajakan yang dilakukan secara digital, seperti: aplikasi Monitoring Pelaporan dan Pembayaran Pajak (MP3), e-registration (e-reg), dan pelaporan SPT secara online (e-filing). “Harus diingat, perkembangan teknologi merupakan jawaban atas tuntutan publik yang mendambakan keidupan mudah dan efisien,” ungkapnya.

Sementara ketua program keahlian akuntansi SMK Muhammadiyah Kutowinangun Khusnul Khotimah, S.Pd mengungkapkan pentingnya SMK sebagai lembaga pendidikan formal harus selayaknya mampu melakukan akselerasi pembangunan-pembangunan potensi peserta didiknya dalam menghadiapi revolusi industri 4.0, mengingat tantangan revolusi industri 4.0 sudah menjadikan dominannya ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai area kehidupan.

“maka dengan diselenggarakannya kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara sekloah dengan dunia usaha maupun dunia industri, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia sebagai tenaga kerja yang produktif dan profesional”, ujarnya. (Yis)