SMK Muhammadiyah Kutowinangun Resmi Jadi DSSC

SMK Muhammadiyah Kutowinangun Resmi Jadi DSSC

KEBUMEN- Sejak 2010 SMK Muhammadiyah Kutowinangun menunjukkan keseriusannya dalam mengelola jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dengan melakukan kerjasama dengan Daihatsu. Sebagai sekolah binaan Daihatsu, berbagai ajang perlombaan telah diikuti dan dibuktukan dengan berbagai prestasi yang diraih, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Setelah kurang lebih 11 tahun menjalin kerjasama, akhirnya SMK Muhammadiyah Kutowinangun dipercaya untuk menjadi Daihatsu Shool Skill Center (DSSC) yang diresmikan pada Rabu (1/12). Pada kesempatan tersebut, peresmian langsung dilakukan oleh Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Ibu Amelia Tjandra yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita. 

Turut hadir dalam peresmian tersebut ialah Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Majelis DIKASMEN PP dan PW Muhammadiyah, Ketua PDM Kebumen, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutowinangun, Kepala Dindas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Wilayah IX, Pengawas Pembina SMK Wilayah IX, Dewan Pembina dan Ketua Pintar Bersama Daihatsu Korwin Jawa Tengah, Perwakilan FKKS Muhammadiyah Jawa Tengah,  Kepala Dinas Tenaga Kerja KUKM Kebumen, perwakilan mitra dunia kerja, serta Kepala Sekolah SMP-SMK di sekitar Kebumen.  

Dalam acara tersebut, siswa-siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler gamelan turut menyambut dan memeriahkan acara. Marketing Direktur Astra Daihatsu Motor Amelia Tjahdra mengatakan, dirinya senang bisa menjadikan SMK Muhammadiyah Kutowinangun sebagai salah satu sekolah binaan Daihatsu. Yakni dengan memberikan kurikulum otomotif Daihatsu, maka siswa akan jauh lebih mudah diterima bekerja di perusahaannya.

"Kalau para siswa SMK Muhammadiyah sudah menguasai kurikulum yang kita berikan, maka ketika mendaftar perusahaan sudah tidak perlu lagi training lagi. Langsung bisa jadi mekanik satu. Siap dipakai oleh diindustri,"ujarnya Amelia.

Rochmat Aris Susyanto, M.Pd selaku Kepala SMK Muhammadiyah Kutowinangun menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian yang telah berhasil diraih oleh sekolah, hal ini dikarenakan SMK Muhammadiyah Kutowinangun menjadi satu-satunya SMK Muhammadiyah di Jawa Tengah yang mendapatkan sertifikat DSSC. Dengan dijadikannya SMK Muhammadiyah Kutowinangun sebagai DSSC, maka kedepannya Bengkel Teaching Factory milik SMK Muhammadiyah Kutowinangun dapat dimaksimalkan lagi dalam melayani masyarakat maupun pihak-pihak lain yang terkait.  “Jangan sampai sekolah antipati dengan industri. Melalui program Pintar Bersama Daihatsu, siswa SMK Muhammadiyah Kutowinangun bisa sukses bergabung dengan industri, Tak hanya siswa, guru-guru kami juga dilatih oleh Daihatsu. Bagaimana mengenalkan budaya industri, safety, dan teaching factory,” ujarnya. 

Salam SMK Bisa! Salam SMK Hebat! Salam SMK Bisa Hebat! (*)

 

  • Bagikan:

Galeri dan Dokumentasi