SMK Muhammadiyah Kutowinangun Sukses Adakan IHT Kurikulum SMK Pusat Keunggulan.

SMK Muhammadiyah Kutowinangun Sukses Adakan IHT Kurikulum SMK Pusat Keunggulan.

KEBUMEN-  SMK Muhammadiyah Kutowinangun menjadi salah satu sekolah yang terpilih sebagai pelaksana program sekolah penggerak dan SMK Pusat Keunggulan. Untuk mempersiapkan dan menyukseskan program tersebut, sekitar 15 guru terlebih dahulu mengikuti In House Training (IHT) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan. Sehingga pada (3-14/8) di aula sekolah kemudian diselenggarakan In House Training (IHT) Implementasi Pembelajaran SMK Pusat Keunggulan oleh SMK Muhammadiyah Kutowinangun yang diinstrukturi langsung oleh guru yang telah mengikuti IHT sebelumnya, Narasumber Nasional, serta didampingi secara langsung oleh Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Wilayah IX Drs. Wiji Sasongko.

Selama acara berlangsung, seluruh guru yang menjadi peserta mempelajari kurikulum yang kini diterapakn di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. Bermula dengan memahami dasar pembelajaran melalui paradigma baru di Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan yang menggunakan kerangka kurikulum yang disesuaikan untuk mencapai profil Pelajar Pancasila serta peran dan fungsi sekolah dalam menciptakan pembelajaran dan asesmen yang berpusat pada murid. Untuk mencapai hal tersebut, maka beberapa materi diformulasikan untuk dipelajari bersama. Adapun materi dipelajari selama IHT berlangsung ialah Pendidikan Yang Memerdekakan, Kerangka Kurikulum, Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Asesmen, Modul Ajar, Kurikulum Operasional Sekolah, serta Literasi Digital.

Konsep IHT yang terdiri dari Sinkronus dan Asinkronus pada setiap materi ternyata sangatlah efektif. Seluruh peserta terfokus pada rangkaian materi, sehingga secara tidak langsung memunculkan antusiasme. Hal ini dikarenakan peserta diberi ruang dan waktu untuk memahami materi dan juga mengeksplorasinya, baik secara mandiri maupun kolaborasi dalam kelompok. Selain itu, pelaksanaan IHT yang berbasis teknologi ini menjadikan guru lebih familiar dengan perkembangan dan penerapan teknologi dalam pembelajaran di era komputasi seperti sekarang ini.

Harapannya, melalui paradigma baru ini pembelajaran yang dilakukan di SMK Muhammadiyah Kutowinangun selaras dengan tujuan pendidikan yang bermuara pada terciptanya profil pelajar pancasila. (*)

  • Bagikan:

Galeri dan Dokumentasi